Kamis, 30 Desember 2010

Video MP4 Ketoprak “Ondorante – Syeh Jangkung”


Pada masa pemerintahan Sultan Agung, ada kawula Kadipaten Pati yang suka membuat onar. Namanya Ondorante. Kisahnya, Ondorante sering marah dan membubarkan orang-orang yang mau salat di masjid. Beduk masjid di rusak, perempuan-perempuan berjilbab diejek, dilempari batu. Berkali-kali umat Islam di desa melawan, namun selalu kalah karena kesaktian Ondorante sangat tinggi. Bahkan ketika Adipati Mangun Oneng (Adipati Pati) dan Tumenggung Sombo Pradan juga turun tangan, keduanya juga dibuat bertekuk lutut oleh Ondorante.
Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan ke Mataram. Sultan Agung mengutus Syekh Makdum Alatas untuk menangani ontran-ontran tadi. Kepada Syekh Makdum dijanjikan, kalau bisa ngrangket Ondorante akan dihadiahi tanah untuk mendirikan pondok pesantren di Sitinggil (desa tempat Ondorante berada). Singkat cerita, setelah mereka bertemu, Syekh Makdum dan Ondorante terlibat perdebatan sengit. Dan karena Ondorante tidak mau menyadari kesalahan, maka terjadilah perang tanding. Hanya, perang tanding itu pun juga tidak menyelesaikan masalah. Sebab, kesaktian mereka seimbang. Keduanya sama-sama teguh tanggon, sama-sama memiliki segudang aji jaya kawijayan sekaligus penangkal.
Ketika sedang silih ungkih itu, tiba-tiba Syekh Makdum sadar, dan ingat pesan almarhum guru. Kemudian dia menghindar dari gelanggang dan menemui muridnya, Klinthing Wesi. Kepada si murid ia berbisik, ‘’Rumangsa lingsem aku ditantang bocah nganti padudon ngrembug bab kapitayan. Awit aku kemutan marang dhawuhe guruku biyen, menawa kapitayanmu iku kapitayanmu, kapitayanku iku kapitayanku…’’ Dengan kesadaran seperti itu Syekh Makdum segera melakukan salat makrifat. Setelah salat ia meninggal dengan tenang tanpa sebab. Konon, setelah dikubur, dari makamnya muncul keris yang dapat mengalahkan Ondorante. Keris tersebut dinamai keris Kyai Jangkung.
Dalam kisah ketoprak ini diceritakan pula mengapa Ondorante suka marah-marah terhadap orang-orang yang akan salat di masjid. Ia jengkel mendengar azan, yang oleh Ondorante bunyinya dipelesetkan menjadi: ‘’lawa bubar…lawa bubar.’’ Merusak beduk karena jengkel suaranya kok dipercaya, dan membuat orang-orang berdatangan ke masjid untuk salat. Padahal, beduk hanya terbuat dari kulit sapi. Ia juga jengkel kepada perempuan-perempuan berkerudung (berjilbab) karena tidak bisa melihat dan menikmati kecantikannya. Menurut Ondorante, pakai jilbab seperti orang mau ‘’ngundhuh tawon’’.
Nikmati Video MP4 Ketoprak Sri Kencono Budoyo “Ondorante – Syeh Jangkung” silahkan download Video MP4 nya disini dan  Audio MP3 nya dapat mengunduh disini.
01. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-1.mp4
02. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-2.mp4
03. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-3.mp4
04. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-4.mp4
05. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-1.mp4
06. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-2.mp4
07. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-3.mp4
08. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-4.mp4
09. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-1.mp4
10. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-2.mp4
11. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-3.mp4
12. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-4.mp4
13. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-1.mp4
14. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-2.mp4
15. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-3.mp4

0 komentar:

Poskan Komentar